- Home
- Blog
- Travelling
- Indonesia
- Menjelajah Indonesia dengan Bujet Terbatas
Menjelajah Indonesia dengan Bujet Terbatas
Prinsip yang saya pakai untuk keliling Indonesia tanpa menguras tabungan: tiket promo, penginapan lokal, transportasi umum, dan spreadsheet sederhana untuk mencatat pengeluaran.
Indonesia terlalu luas untuk dijelajahi dengan gaya “sekali jalan habis semua”. Setelah beberapa tahun bepergian dari Sumatra ke Jawa dan sekitarnya, saya menemukan bahwa perjalanan hemat bukan soal menahan diri, melainkan soal perencanaan yang rapi.
Tiket dan waktu berangkat
Terbang di hari kerja dan pesan enam sampai delapan minggu sebelumnya biasanya memangkas biaya hampir separuh. Kereta api di Jawa hampir selalu lebih murah dan lebih nyaman daripada pesawat untuk jarak di bawah enam jam.
Key points
- Berangkat di hari kerja, pulang di hari kerja.
- Pilih penginapan yang dikelola keluarga.
- Gunakan transportasi umum kota; ojek daring untuk sisa jarak.
- Catat setiap pengeluaran di hari yang sama.
Menginap dan makan seperti orang lokal
Homestay dan guest house keluarga memberi harga lebih baik sekaligus rekomendasi warung yang tidak ada di aplikasi. Makan di tempat yang ramai oleh warga sekitar hampir selalu berarti murah dan enak.
Example in code
# Kolom spreadsheet perjalanan
tanggal | kategori (transport/makan/inap/tiket) | jumlah | catatan
Mencatat pengeluaran
Satu lembar spreadsheet dengan kolom tanggal, kategori, dan jumlah sudah cukup. Kebiasaan analis ini membuat saya tahu persis berapa biaya sebuah perjalanan—dan biasanya lebih rendah dari perkiraan.
Travel light, plan loosely, eat where the locals queue.
Takeaways
Perjalanan hemat adalah perjalanan yang direncanakan dengan baik. Sisanya—cuaca, kenalan baru, warung yang tidak sengaja ditemukan—biarkan terjadi begitu saja.